Karyawan KRAKATAU POSCO melalui Program 1% Sharing Wujudkan Ruang Terapi Snoezelen bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Cilegon
Karyawan KRAKATAU POSCO melalui Program 1% Sharing, kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan sosial dan pendidikan inklusif di Kota Cilegon. Bersama Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, KRAKATAU POSCO meresmikan Ruang Terapi Snoezelen, fasilitas terapi multisensori yang sangat dibutuhkan anak-anak penyandang disabilitas, autisme, ADHD, dan speech delay.
Inisiatif ini berangkat dari tingginya kebutuhan layanan terapi di Kota Cilegon. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terdapat sekitar 700 anak penyandang disabilitas, namun fasilitas terapi khusus seperti Ruang Snoezelen masih sangat terbatas. Dengan dukungan karyawan KRAKATAU POSCO melalui Program 1% Sharing, fasilitas ini kini hadir sebagai upaya nyata memperkuat program sekolah inklusif serta meningkatkan akses terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Direktur HR & GA KRAKATAU POSCO, Iip Arief Budiman, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bukti peran aktif dan kepedulian sosial karyawan KRAKATAU POSCO terhadap masyarakat Cilegon. “Melalui Program 1% Sharing, hampir seluruh karyawan KRAKATAU POSCO secara sukarela menyisihkan sebagian kecil dari gajinya setiap bulan. Ruang terapi Snoezelen ini memperlihatkan bahwa di balik industri baja yang besar, terdapat kepedulian dan semangat kemanusiaan yang kuat dari para karyawan kami,” ujarnya.
Iip menambahkan bahwa KRAKATAU POSCO selalu mendorong kolaborasi yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. “Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan kesempatan berkembang yang setara. Dukungan terhadap fasilitas terapi anak berkebutuhan khusus adalah investasi penting bagi masa depan Kota Cilegon,” tambahnya.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar karyawan KRAKATAU POSCO. “Terima kasih kepada karyawan KRAKATAU POSCO yang telah menghadirkan ruang terapi Snoezelen ini. Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan layanan terapi yang layak,” ungkapnya.
Fajar juga menekankan bahwa inisiatif 1% Sharing ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Cilegon. “Jika semua industri menunjukkan kepedulian yang sama, berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Vice Leader Program 1% Sharing, Edwin Afif Anafi, menjelaskan bahwa program ini murni lahir dari kesadaran dan inisiatif karyawan. “Ini bukan donasi yang dipaksakan, tetapi hasil diskusi panjang dan kesepakatan bersama untuk menyisihkan 1% secara sukarela guna mendukung kegiatan sosial,” jelasnya.
Melalui peresmian Ruang Terapi Snoezelen, KRAKATAU POSCO kembali menegaskan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada industri baja, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang inklusif, setara, dan berkeadilan sosial. Ruang terapi ini menjadi simbol kuat sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang peduli pada tumbuh kembang seluruh anak di Kota Cilegon.