Krakatau Posco | Berita & Kegiatan -

Contact
© 2019 Krakatau Posco

article thumb

KRAKATAU POSCO dan KPSE-SI Gandeng YPKS Bangun Ekosistem Pendidikan dan Vokasi Berbasis Kebutuhan Industri

Di tengah pesatnya perkembangan industri di Kota Cilegon, kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja semakin menjadi perhatian utama. Menyadari pentingnya peran pendidikan dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing, KRAKATAU POSCO melalui Krakatau Posco Service Indonesia (KPSE-SI) memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang pendidikan, pelatihan vokasi, serta pemberdayaan masyarakat bersama dengan Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) .

Kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) KRAKATAU POSCO yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan melalui investasi sumber daya manusia. Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh Direktur HRGA KRAKATAU POSCO, Iip Arief Budiman, bersama jajaran manajemen KRAKATAU POSCO, mitra strategis, serta perwakilan pemerintah daerah. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia industri, institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan pemerintah guna menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar, KRAKATAU POSCO meyakini bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjadi penggeraknya. Oleh karena itu, perusahaan terus mendorong berbagai program yang mampu membuka akses pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui kolaborasi dengan YPKS yang menaungi SMK YPKS serta berbagai institusi pendidikan lainnya, KRAKATAU POSCO dan KPSE-SI berupaya memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.

KPSE-SI menyediakan program beasiswa penuh bagi pelajar dari tiga kelurahan Ring 1 perusahaan, yaitu Samangraya, Kubangsari, dan Tegal Ratu. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri melalui program pemagangan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, para peserta didik dapat memperoleh pengalaman nyata yang akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja.

Selain sektor pendidikan formal, kerja sama ini juga diperluas melalui pengembangan program pelatihan vokasi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Banten serta Dianpro Consulting. Berbagai pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pemuda lokal, mulai dari pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, Preventive Maintenance, hingga pengoperasian alat berat. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin dinamis sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat lokal di pasar kerja.

Di sisi lain, KPSE-SI juga terus menunjukkan bukti nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kebersihan kawasan KRAKATAU POSCO, KPSE-SI mengembangkan berbagai inovasi berbasis ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah. Salah satu pencapaian yang berhasil diwujudkan adalah pemanfaatan limbah biomassa berupa ranting dan daun yang sebelumnya menjadi beban lingkungan. Melalui proses pengolahan yang tepat, limbah tersebut kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara dan diproses lebih lanjut menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mendukung kebutuhan energi.

Direktur KPSE-SI, Edwin Sumiroza, menegaskan bahwa inovasi yang dilakukan perusahaan tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

"Apa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Inilah bentuk nyata bagaimana inovasi dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi KPSE-SI untuk terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan limbah non-B3 lainnya, sejalan dengan visi KRAKATAU POSCO dalam mendukung praktik industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inisiatif kolaboratif yang dijalankan KRAKATAU POSCO, KPSE-SI, dan YPKS mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Camat Ciwandan dan Camat Citangkil menilai bahwa program pendidikan, pelatihan, dan pemagangan yang terstruktur merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar kawasan industri.

Melalui penandatanganan MoU dan PKS ini, KRAKATAU POSCO, KPSE-SI, dan YPKS kembali menegaskan bahwa pembangunan industri dan pembangunan masyarakat harus berjalan beriringan. Investasi pada pendidikan, keterampilan, dan lingkungan merupakan fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, perusahaan berharap dapat melahirkan generasi unggul yang siap menjadi bagian dari kemajuan industri nasional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.